SOP Seleksi Promotor dan Ko-promotor

SOP untuk Seleksi Promotor dan Ko-Promotor

 

Mahasiswa S3 Ilmu Pertanian Unila dibimbing oleh suatu komisi pembimbing yang bertugas mengarahkan dan membimbing mahasiswa dalam menyusun rencana perkuliahan dan penelitian, pelaksanaan penelitian, dan penulisan disertasi. Komisi pembimbing membantu kelancaran studi mahasiswa yang dibimbingnya termasuk dalam hal memantau mahasiswa.  Untuk itu diperlukan SOP yang mengatur proses seleksi pembimbing.

Tujuan

  • Memberikan acuan dalam penetapan komisi pembimbing yang dilakukan pada Program Studi Doktor Ilmu Pertanian Unila
  • Menciptakan kejelasan prosedur, keteraturan,dan ketertiban dalam penetapan komisi pembimbing pada Program Studi Doktor Ilmu Pertanian Unila;
  • Menjamin terlaksananya penetapan komisi pembimbing yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan serta untuk menjaga kelancaran dan mutu pembimbingan.

Acuan

  • Keputusan Mendiknas No. 232/U/2000 tentang Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa
  • Keputusan Mendiknas No. 21 2/U/I 999 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Doktor
  • Kepmendiknas No.184/U/2001 tentang Pedoman Pengawasan-Pengendalian dan Pembinaan Program Diploma, Sarjana dan Pascasarjana di Perguruan Tinggi.

 

Tahapan Dan Mekanisme:

(1)  Mahasiswa mendapatkan formulir Penetapan Kornisi Pembimbing pada awal Semester I.

(2) Proses pemilihan ketua komisi pembimbing dilaksanakan mulai semester I berjalan dan sudah diusulkan oleh Ketua Program Studi paling lambat 1 minggu sebelum Semester II berakhir.

(3) Ketua Program Studi mengumumkan daftar dosen yang memenuhi syarat untuk menjadi calon promotor dan ko-promotor serta daftar nama/jumlah mahasiswa Program S3 Ilmu Pertanian Unila  yang masih dibimbing, selambat-lambatnya minggu ke enam pada semester II.Persyaratan sebagai komisi pembimbing adalah sebagai berikut:

  1. Ketua komisi pembimbing (promotor) adalah dosen tetap Unila pada program studi yang bersangkutan. Dosen yang dapat ditunjuk untuk menjadi promotor bagi mahasiswa program doktoral adalah mereka memiliki jabatan fungsional guru besar (profesor).
  2. Di dalam kasus khusus, dosen yang telah bergelar doktor dan telah mendekati jenjang guru besar dapat ditunjuk menjadi promotor apabila yang bersangkutan dinilai memenuhi kompetensi yang diperlukan untuk membimbing penelitian mahasiswa dalam topik dimaksud.Apabila ketua komisi pembimbing bukan guru besar maka minimal salah satu anggota dari komisi pembimbing harus mempunyai jabatan guru besar.
  3. Staf Pengajar yang telah memasuki masa pensiun atau Guru Besar Emeritus tidak diberi tugas sebagai ketua komisi pembimbing, tetapi boleh ditugaskan sebagai anggota komisi pembimbing. Apabila ketua komisi pembimbing pensiun sebelum meluluskan mahasiswa, maka yang bersangkutan berubah status menjadi anggota komisi pembimbing dan digantikan oleh salah satu dan anggota komisi pembimbing yang bidang keahliannya paling relevan dengan topik penelitian mahasiswa.

(4) Selambat-lambatnya minggu ke 10 pada Semester II, mahasiswa memilih beberapa alternatif minat penelitian untuk disertasi dan mengajukan dua nama staf pengajar sehagai calon ketua komisi pembimbing pada masing-masing minat penelitian.

(5)  Ketua Program Studi Program S3 Ilmu Pertanian menyusun daftar calon ketua komisi pembimbing dan melaporkannya kepada Direktur Program Pascasarjana.

(6) Direktur Program Pascasarjana dan ketua program studi melalui suatu rapat mengumumkan nama ketua komisi pembimbing selambat-lambatnya minggu ke-12 Semester ke- II.  Di dalam menetapkan susunan komisi pembimbing, Ketua Program Studi dan Direktur Pascasarjana memperhatikan: (a) Bidang keahlian dan penelitian yang sedang berjalan; (b) Jumlah mahasiswa S3, S2, dan S1 yang sedang dibimbing, (c)Kaderisasi dan regenerasi staf pengajar; (d) Pemerataan beban staf pengajar.

(7) Direktur Program Pascasarjana dan ketua program studi beserta calon ketua komisi pembimbing yang telah disetujui melalui rapat mengumumkan calon anggota komisi pembimbing selambat-lambatnya minggu ke-15 Semester II.

(8) Untuk anggota kornisi pembimbing yang baru pertama kali membimbing dan berasal dan Luar Unila diminta untuk menyerahkan Curiculum Vitae kepadaProgram Studi Doktor Ilmu Pertanian Unila.

(9) Kesediaan calon ketua dan anggota kornisi pembimbing dinyatakan dengan memberikan tanda tangan persetujuan pada Formulir Penetapan Komisi Pembimbing dan diketahui oleh ketua program studi.

(10) Formulir Penetapan Komisi Pembimbing disampaikan keProgram Studi  Ilmu Pertanian Unila dan Dekan mengeluarkan SK Susunan Komisi Pembimbing Mahasiswa paling lambat sebelum masa registrasii semester berikutnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *